Portal berita terkini artis ternama

Profil

Titi Kamal

Posted on .

Titi Kamal

Introduction

Titi Kamal merupakan seorang artis cantik kelahiran Jakarta 7 Desember 1981, Ia merupakan anak terakhir dari lima bersaudara yang berasal dari Palembang. Ia mengawali karier keartisannya saat dirinya di percaya untuk memerankan Sinetron perdananya yang berjudul Bolak Balik Sip di tahun 1996.

Selain sinetron, beberapa film layar lebar pun ia jajal seperti film yang berjudul Tragedi pada tahun 2001 dan Ada Apa Dengan Cinta pada tahun 2002. Nama Titi Kamal semakin melambung ketika dia menyanyikan lagu Jablai yang sempat menjadi hit, soundtrack dari film Mendadak Dangdut.

Karena komitmennya sebagai aktris, Titi hanya menyanyikan lagu itu khusus untuk film Mendadak Dangdut, dan tidak pernah menampilkan atau menyanyikan lagu tersebut untuk penampilan di tempat lain.

Berawal dari sanalah namanya dibesarkan dan menjadi terkenal hingga seperti sekarang ini. Semasa bersekolah di SMUN 48, Titi aktif dalam kegiatan teater. Hal itu yang membuatnya semakin mencintai seni peran hingga sekarang.

Titi Kamal yang mempunyai nama asli Kurniaty Kamalia ini merupakan anak dari pasangan H. Kamal Badri dan Elly Rosniati yang berasal dari Palembang dan Bengkulu. Ia adalah isteri dari srtis tampan Christian Sugiono. Mereka menikah pada tanggal 6 Februari 2009 di Perth, Australia karena berbeda keyakinan.

Pada tanggal 16 November 2013, Titi melahirkan anak lelaki yang diberi nama Arjuna Zayan Sugiono. Anak pertamanya tersebut ditunggu tunggu setelah 4 tahun lamanya menikah.

Sampai sekarang pernikahan yang telah berusia 6 tahun tersebut nampak adem ayem dah harmonis, mereka nampak sering menghabiskan waktu bersama, salah satunya untuk liburan di dalam dan luar negeri.

Beberapa waktu yang lalu, mereka menyempatkan liburan ke Eropa, sekalian mengunjungi ibu Christian dan saudara saudaranya yang tinggal di sana.

Selain masih menjalani dunia keartisannya, Titi juga memuka usaha kuliner. Usaha kuliner yang dikelola Titi Kamal, antara lain berbentuk rumah makan Minangkabau sebanyak 5 unit di Jakarta Selatan, kemudian rumah makan khas Sunda di Jakarta dan Tangerang Selatan, juga 5 unit.

Menurut Titi, berbisnis kuliner itu butuh kesabaran dan ketelatenan. Kalau kebanyakan diserahkan kepada anak buah untuk pengelolaannya, bisa lekas bangkrut.

Sumber : suarakarya.id

admin

admin

You Might Also Like

Navigation
%d bloggers like this: